Responsive Ad Slot

Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan

Rayakan Valentine Dengan Konsep Rustic Romance Bersama ALILA SOLO

1 komentar

Kamis, 06 Februari 2020



Rayakan Valentine Dengan Konsep Rustic Romance Bersama ALILA SOLO



Valentine atau disebut dengan hari kasih sayang, jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Alila Solo telah menyiapkan acara yang sempurna untuk siapa saja yang merayakannya. Romansa makan malam romantis dengan konsep Rustic bisa dinikmati dengan pasangan atau orang terkasih, atau juga bisa dengan keluarga.


Rustic Valentine Dinner
Jumat, 14 Februari 2020
Épice Restaurant, 18.30 - 22.00
Agra Rooftop, 18.00 - 22.00




Rayakan Valentine Dengan Konsep Rustic Romance Bersama ALILA SOLO



Epice restaurant mengadakan acara santap malam mewah, dengan menyajikan menu – menu local hingga Internasional yang bisa dinikmati dengan orang terkasih ataupun keluarga. Disajikan secara buffet all you can eat, serta dihiasi dengan hiasan – hiasan rustic yang menambah suasana menjadi lebih romantis. Lantunan irama Live Music dan Saxophone akan melantunkan lagu – lagu cinta yang akan menemani sepanjang bersantap malam. Hanya dengan IDR 168.000++ per orang sudah termasuk special valentine welcome drink, seluruh rangkaian acara di Epice Restaurant bisa dinikmati.


Rayakan Valentine Dengan Konsep Rustic Romance Bersama ALILA SOLO



Selain perayaan makan malam special di Epice restaurant, Alila Solo juga memiliki acara di Agra Rooftop tepatnya di lantai 29.

Suasana romantis akan langsung terasa disaat kita memasuki Agra Rooftop, tatanan romantis dipenuhi dengan taman disetiap sudut menambah suasana semakin romantic. Agra memberikan pengalaman makan malam bersama pasangan yang tak terlupakan, dengan sajian special set menu special Valentine serta alunan tembang Jazz yang mengiringi membuat nuansa hangat yang intim. Hanya dengan IDR 1.280.000++ per pasangan, sudah termasuk dengan welcome drink special valentine (non-alkohol) untuk pasangan, serta special gift yang diberikan khusus untuk pasangan wanita berupa cokelat dan bunga mawar segar. Dapatkan pengamalan yang tidak terlupakan untuk special valentine bersama orang terkasih ataupun dengan pasangan anda hanya di Alila Solo.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi visit https://www.alilahotels.com/solo/special-event atau email: solo@alilahotels.com










Grebeg Syawal, Tradisi Kraton Menyambut Lebaran

Tidak ada komentar

Selasa, 04 Juni 2019



Grebeg Syawal, Tradisi Kraton Menyambut Lebaran


Buat kamu semua warga Surakarta dan sekitarnya serta warga Yogyakarta dan sekitarnya, selain momen merayakan kemenangan hari lebaran pastinya juga antusias untuk mengikuti salah satu acara yang digelar oleh kedua kraton tersebut. Ya benar, namanya Grebeg Syawal. Acara yang digelar oleh kraton Surakarta dan Yogyakarta cukup menyedot antusiasme warga sekitar dan pastinya juga warga mancanegara yang mungkin kebetulan sedang berada di sekitar area kraton.



Tradisi yang dibilang cukup unik ini karena mengarak dan memperebutkan gunungan hasil bumi ini setiap tahun diadakan di sekitar alun – alun kraton seusai sholat Idul Fitri. Ramai, unik dan sangat heboh mengiringi laju gunungan memecah kerumunan massa.




Grebeg Syawal, Tradisi Kraton Menyambut Lebaran




JIka ditelisik dari sejarah yang secara turun temurun ada di masyarakat, acara grebeg syawal yang diadakan oleh pihak kraton baik di Kraton Surakarta Hadiningrat dan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki makna sedekah dari sang sultan yang diberikan kepada rakyatnya. Rasa memiliki dan mencintai kepada rakyatnya terlihat sangat jelas pada acara grebeg syawal ini. Setelah sholat Idul Fitri selesai dilakukan, para abdi dalem dan prajurit keratin segera bergegas untuk mempersiapkan acara pawai gunungan grebeg syawal.



Grebeg Syawal, Tradisi Kraton Menyambut Lebaran



Prosesi acara Grebeg Syawal diawali dengan munculnya arak – arakan pawai gunungan. Dalam acara arak – arakan pawai gunungan kamu bisa melihat dengan langsung berbagai macam gunungan dengan namanya masing-masing. Gunungan Lanang, Gunungan Wadon, Gunungan Dharat, Gunungan Pawuhan, Gunungan Gepak kesemuanya diarak oleh prajurit kraton yang mengenakan busana tradisional yang dilengkapi dengan senjata ala prajurit kraton.


Antusiasme warga mengikuti arak – arakan grebeg sangat terlihat jelas di raut wajah warga sekitar.


Semua gunungan yang ada di acara Grebeg Syawal setelah didoakan di masjid agung, kemudian di “rampas” oleh warga yang sudah berkerumun menanti saat itu. Tangan – tangan dengan tenaga ekstra dikerahkan semaksimal mungkin untuk memulai berebut mendapatkan isi dari gunungan.



Grebeg Syawal, Tradisi Kraton Menyambut Lebaran



Isi dari gunungan – gunungan itu biasanya hanya berupa hasil bumi seperti sayur – sayuran dan hasil palawija. Semua hasil bumi seperti sayur – sayuran dan palawija tadi disusun sedemikian rupa menyerupai kerucut yang tinggi dan dihiasi dengan berbagai macam ornament hiasan simbol kraton sehingga menarik masyarakat untuk segera “merampas”nya.


Dengan bentuk gunungan yang tinggi dan mempunyai warna yang cukup mencolok kontras ini membuat gunungan ini terlihat menarik bila dilihat dari kejauhan. Dari generasi yang turun temurun, warga masyarakat percaya jika mendapatkan bagian dari gunungan meskipun itu hanya berupa sepotong kacang panjang misalnya, mereka percaya di kemudian hari rejeki akan semakin lancer. Oleh karena itulah banyak warga yang dengan semangat dan antusisme tinggi mengambil “merampas” gunungan itu.



Grebeg Syawal, Tradisi Kraton Menyambut Lebaran




Hampir semua bagian gunungan habis tanpa sisa diperebutkan oleh warga. Nggak peduli nantinya akan terinjak – injak, jatuh dan kadang terjepit, warga masyarakat seolah –olah tidak memperdulikannya, yang ada di pikiran mereka hanya satu yaitu mendapatkan bagian dari gunungan tersebut. Tidak hanya orang tua, anak – anak pun juga dilibatkan untuk mendapat isi gunungan. Mendapatkan secuil isi gunungan saja sudah sangat bersukur, apalagi mendapat banyak bagian sudh pasti akan sangat bahagia. Raut muka warga masyarakat yang merasa kecapekan serasa sirna jika sudah menggenggam isi dari gunungan tersebut.


Jika kamu ada waktu tidak ada acara selepas sholat idul fitri, nggak ada salahnya menyempatkan diri untuk ambil bagian “merampas” isi gunungan Grebeg Syawal yang selalu diadakan oleh Kraton Surakarta Hadiningrat dan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat.









Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 30 – Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H









Doa Dan Harapan Di Momen Ramadhan 1440 H

Tidak ada komentar

Senin, 03 Juni 2019


Doa Dan Harapan Di Momen Ramadhan 1440 H



Tak terasa waktu cepat berlalu dan kini sekarang kita sudah berada di hari ke 29 ramandhan 1440H, yang itu berarti sebentar lagi tinggal menghitung jam bulan suci ramadhan akan pergi. Nggak bisa dipungkiri dengan kasat mata terlihat jelas jika perhatian masyarakat sudah tertuju pada persiapan – persiapan menjelang lebaran, mereka disibukkan dengan hiruk pikui persiapan lebaran. Mall – mall makin padat, rumah pun juga ada yang sudah berganti warna dan makanan enak tersaji dengan komplitnya.




Doa Dan Harapan Di Momen Ramadhan 1440 H



Jika dibandingkan dengan para sahabat dan salafus shalih, yang semakin dekat dengan akhir lebaran beliau digelayuti rasa kesedihan yang mendalam. Eufioria kegembiraan idul fitri sudah pasti juga mereka rasakan, akan tetapi moment akhir ramadhan yang diliputi rasa kesedihan akan ditinggal bulan suci ramadhan tidak tampak. Kita lebih sibuk keluar masuk mall untuk mempersiapkan moment lebaran.


Yang perlu menjadi pertanyaan dan semoga bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua adalah mengapa para sahabat nabi dan juga orang – orang yang shalih akan merasa sedih jika bulan suci ramadhan berakhir????? Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan itu alangkah lebih baik kita telisik satu persatu.


Sudah selayaknya orang yang sangat beriman kepada Allah SWT akan merasa sangat sedih bila bulan suci ramadhan akan pergi, karena bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan berkah dan juga banyak sekali keutamaan yang menyertai bulan ramadhan. Di bulan ramadhan pula semua pintu surga dibuka, setan semua dibelenggu agar tidak mengganggu kekhusukan dalam menjalankan ibadah puasa. Dari sini bisa diartikan semua umat muslim sedang dalam puncak kebaikan.


Dibulan ramadhan juga semua amal kebaikan akan dilipat gandakan, jadi selama bulan ramadhan perbuatan amal sekecil bibit jamur akan dilipat gandakan.


Doa Dan Harapan Di Momen Ramadhan 1440 H




Semua keutamaan bulan ramadhan tidah akan didapati lagi ketika bulan ramadhan itu telah pergi. Dan jika menghendaki keutamaan ramadhan kita harus sabar menanti selama setahun kedepan. Padahal umur seseorang tidak lah bisa diprediksi. Maka sudah sepantasnya para sahabat merasa sedih jika bulan ramadhan berakhir.


Ramadhan menjadikan seseorang diampuni dosanya.
Jika seseorangsudah mendpati bulan ramadhan maka selama sebulan kedepan nisycaya akan disertai keutamaan dan berpeluang besar mendapatkan pahala dan ampunan.


Akan tetapi yang jadi permasalahan adalah tidak satu orangpun yang mengetahui apakah dalam bulan ramadhan akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT. Maka sudah sewajarnya para sahabat tersebut bersedih karena khawatir belum bisa mendapatkan ampunan selama bulan ramadhan.


Para sahabat meluapkan ketakutannya tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT seraya berdoa “wahai Ya Rab kami… terimalah puasa kami, sholat kami, ruku’ kami, serta sujud kami dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”


Doa tersebut bukan semata – mata doa akhir ramadhan, akan lebih baik lagi jika doa itu dilakukan selama bulan ramadhan, terutama pada 10 hari terakhir bulan ramadhan.



Jika kalian sibuk mempersiapkan segala sesuati yang berkaitan dengan momen lebaran, berbeda dengan para sahabat yang sibuk memenuhi makanan rohaniah nya dengan beribadah bersungguh – sungguuh sepanjang siang dan terlebih lagi pada waktu malam dan lebih gencar lagi pada momen 10 hari terakhir bulan ramadhan.


Jika kalian mengalokasikan banyak uang dan waktu untuk berbelanja kebutuhan lebaran termasuk beli baju, beli perabotan rumah, para sahabat dan salafus shalih lebih banyak menghabiskan wartu beliau dengan pakaian taqwa.


Doa Dan Harapan Di Momen Ramadhan 1440 H




Jadi masih ada waktu buat kita semua sebelum ramadhan 1440 H ini pergi yaitu dengan lebih banyak berdoa dan berharap dengan sungguh- sungguh agar ibadah yang telah kita jalankan selama 28 hari belakangan ini diterima oleh Allah SWT dan kita masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan tahun depan.


Tidak ada salahnya kita berdoa seperti apa yang dilakukan oleh para sahabat dan salafus shalih.. “Wahai Ya Rab kami… terimalah puasa kami, sholat kami, ruku’ kami, serta sujud kami dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.









Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 29 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.



















Moment Terbaik Ramadhan Dengan Buka Puasa Bersama

Tidak ada komentar

Minggu, 02 Juni 2019





Salah satu kegiatan yang paling banyak dinanti orang – orang selama bulan ramadhan biasanya adalah buka puasa bersama. Selama satu bulan aktivitas buka puasa bersama biasanya sudah pasti tersusun dengan rapinya, entah itu buka puasa bersama keluarga, sahabat, rekan kerja, teman arisan bahkan juga tetangga komplek perumahan. Dan untuk tempatnya pun bisa beraneka ragam, mulai dari mall, restoran, lesehan dan juga hotel.

Dari sekian banyak jadwal buka puasa bersama yang sudah mengular mengantri, momen buka puasa bisa dijadikan sebagai ajang reuni dan bersilaturahim. Selain mendekatkan diri dengan orang –orang yang sudah lama tidak bertemu, momen buka puasa bersana juga bisa menjadi salah kegiatan alternative melepas lepenatan rutinitas kerja sehari – hari.


Yang jadi pertanyaannya kita semua adalah akankah buka puasa bersama menjadi momen special ramadhan???


Kalau aku pribadi sih iya…




Moment Terbaik Ramadhan Dengan Buka Puasa Bersama




Karena dengan buka puasa bersama baik dengan rekan, keluarga, sodara, rekan kerja, rekan bisnis dan bahkan tetangga komplek perumahan, buka puasa bersama dapat mempererat tali silaturahim. Bisa saling bertukar pikiran satu dengan yang lain, dan juga bisa saling bertukar informasi.


Jika ditelisik lebih salam momen buka bersama bersama keluarga juga tidak kalah menariknya. Dengan kebiasaan makan bersama di meja makan didalam keluarga, diharapkan mampu mengurangi dan menekan angka penyalahgunaan zat-zat terlarang.


Ketika orang tua menyajikan makanan dari dapur sendiripada saat buka puasa bersama, anak – anak dapat pula belajar tentang resep kepada orang tuanya. Dimana resep merupakan warisan leluhur secara turun temurun.


Dari atas meja makan nilai nilai dan norma norma adat dapat diturunkan secara langsung oleh orang – orang yang lebih dewasa baik melalui percakapan secara langsung maupun pada saat doa bersama.. Bahkan dari meja makan bisa tercipta konsolidasi konsolidasi antar sesama anggota keluarga. Karena dengan momen makan buka puasa bersama antar anggota keluarga bisa menjadi salah satu ajang dalam meneruskan semua cerita – cerita keluarga.


Lalu bagaimana manfaat buka puasa bersama yang dilakukan bersama dengan teman – teman??
Selain dengan keluarga, momen buka puasa bersama baik itu dengan saudara, kerabat dan juga teman sering kali diidentikkan dengan kegiatan reuni yang secara nyata memberikan dampat positif bagi saudara, kerabat dan teman. Di acar buka bersama yang juga sekaligus menjadi ajang reunion, seseorang bisa mengakses nostalgia – nostalgia bersama temannya.
Sementara nostalgia itu sendiri bisa bermanfaat buat semua orang. Kenangan – kenangan indah akan kembali muncul pada saat acara buka puasa bersama yang akan berdampak pada disadarinya seseorang bahwa dirinya berharga bagi orang lain.


Selain itu, acara buka puasa bersama juga mempunyai manfaat lain yaitu bisa dimanfaatkan untuk berlomba – lomba dalam kebaikan seperti mengumpulkan sodaqoh, zakat, donasi dan lain – lain dan kemudian menyalurkannya kepada yang lebih membutuhkan. Jadi sudah selayaknya momen – momen buka bersama baik itu dengan keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja, teman hangout menjadi momen spesial pada saat lebaran. Hal itu semata – mata dikarenakan antusiasnya orang – orang dalam melakukan kegiatan buka bersama.








Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 28 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.






Kegiatan Positif Saat Ramadhan

Tidak ada komentar

Jumat, 31 Mei 2019


Kegiatan Positif Saat Ramadhan


Euforia ramadhan sekarang ini menjangkiti setipa umat muslim di Indonesia bahkan umat muslim seluruh dunia. Semua berlomba – lomba melakukan yang terbaik untuk mendapatkan pahala yang sebanyak – banyaknya. Tak sedikit pula orang- orang yang merasa bingung mau ngapain jika ada watu kosong saat bulan ramadhan. Jika kamu seorang pekerja pastinya akan ada pengurangan jam kerja, pun halnya dengan kamu jika masih pelajar, waktu libur puasa akan semakin banyak.



Banyak pelajar ataupun para pekerja yang hanya berdiam diri dirumah jika sedang puasa. Bahkan waktu banyak digunakan hanya untuk tidur tanpa melakukan kegiatan lain. Memang benar jika tidurnya orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala, akan tetapi tidak semestinya juga semua waktu dihabiskan untuk tidur. Terkadang ada beberapa orang yang melakukan beberapa kegiatan, namun dirasa nggak sedikit juga diantara mereka yang merasa bosan dengan kegiatan itu – itu saja.


Di bulan puasa banyak yang melakukan kegiatan yang dapat memperbanyak pahala, namun dikarenakan kondisi saat puasa cenderung akan menjadi lemas dan letih yang berakibat orang – orang itu sedikit bermalas – malasan untuk melakukan kegiatan yang lainnya.



Kegiatan Positif Saat Ramadhan





Berikut beberapa kegiatan positif yang dapat menjadi inspirasi kamu untuk dilakukan selama bulan ramadhan.


Membaca Buku
Salah satu kegiatan simple dan mudah yang dapat dilakukan oleh semua orang adalah membaca buku. Selain menjadi kegiatan postif selama bulan ramadhan, membaca buku bisa juga menambah wawasan. Dengan membaca buku, ilmu – ilmu yang belum diketahui akan segera diketahui.


Berjualan Menu takjil dan Menu Buka Puasa
Kegiatan positif lain yang dapat dilakukan selama bulan ramadhan adalah berjualan menu takjil dan menu buka puasa. Dengan modal yang relatif sedikit, kamu bisa mencoba untuk berwirausaha kecil – kecilan dengan berjualan menu takjil dan menu buka puasa. Kolak, buah – buahan, es buah merupakan beberapa contoh menu takjil yang bisa kamu jual. Dan kamu bisa juga menjual aneka macam sayur rumahan sebagai menu buka puasa. Dengan modal yang relatif kecil, niscaya kamu juga bisa melatih jiwa wirausaha dengan berjualan menu takjil dan menu berbuka puasa.


Berkreasi Membuat Kue Lebaran
Berkereasi membuat kue lebaran juga bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan positif kamu selama bulan ramadhan. Daripada kamu merasa suntuk seharian menahan haus, lapar dan semua yang membatalkan puasa, akan lebih baik jika kamu berkreasi membuat kue lebaran. Dengan membuat kue lebaran sendiri akan dapat meningkatkan daya kreatifitas kamu. Sisi positif lain dari berkreasi membuat kue lebaran adalah jika nanti saat lebaran tiba kamu bisa menyajikan kue – kue kamu ke meja ruang tamu untuk bisa dinikmati oleh semua tamu yang datang bersilaturahmi. Dengan demikian mereka akan mengetahui nilai rasa produksi kua kamu, sehingga akan menjadikan peluang buat kamu untuk memulai bisnis jajanan kuliner.


Membersihkan Rumah dan Mendekorasi Ruang Tamu Rumah
Puasa tidak bisa diartikan bermalas – malasan tidak melakukan kegiatan. Justru dengan puasa sangat dianjurkan melakukan kegiatan agar tetap bergerak. Dengan melakukan kegiatan ringan seperti membersihkan rumah sedikit demi sedikit dan mendekorasi ruang tamu rumah bisa menjadi kegiatan positif yang dapat kamu lakukan. Dengan demikian pada saat lebaran tiba, rumah kamu akan menjadi bersih dan nyaman.


Mengikuti Kajian Agama
Jika kamu malas melakukan kegiatan positif dirumah, kamu bisa juga melakukan kegiatan positif lainnya di luar rumah seperti menghadiri pengajian dan mengikuti kajian agama. Dengan mengikuti kegiatan tersebut kamu akan mendapatkan siraman rohani yang positif agar bisa lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan mengikuti kegiatan pengajian dan kajian agama, kamu bisa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT untuk menjadi lebih baik kedepannya.


Sedekah
Sudah pasti dengan bersedekah pahala – pahal yang didapat akan dilipat gandakan. Oleh karena itu memperbanyak sedekah pada saat bulan ramadhan sangat sianjurkan.


Bersilaturahim
Bersilaturahim pada saat bulan ramadhan salah satunya dengan kegiatan buka bersama menjadi kegiatan favorit. Dengan bersilaturahim akan mempererat tali persaudaraan antar sesama keluarga, teman, kerabat. Selain itu kegiatan bersilaturahim pada saat buka puasa bersama juga bisa saling bertukar pengalaman dan bertukar positif satu dengan yang lain. Jadi, kegiatan silaturahim tidah melulu hanya dilakukan pada saat lebaran. Kegiatan silaturahim juga bisa dilakukan pada saat masih memasuki bulan ramadhan yaitu dengan kegiatan buka bersama.








Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 26 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.
















Sungkeman, Tradisi Leluhur Yang Sarat Makna

Tidak ada komentar

Kamis, 30 Mei 2019


Sungkeman, Tradisi Leluhur Yang Sarat Makna


Sebagai negara yang mayoritasnya beragama muslim, Indonesia menjadi salah satu negara muslim yang jika bulan ramadhan tiba disambut dengan suka cita. Idul fitri menjadi suatu hal yang ditunggu – tunggu oleh segenap umat muslim yang melakukan ibadah puasa. Setelah sebulan lamanya berpuasa, moment idul fitri sudah pasti akan disambut dengan suka cita.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh umat muslim dalam menyambut ramadhan dan hari raya. Mulai dari mengganti perabotan rumah, membersihkan rumah, membeli baju baru, sampai kegiatan – kegiatan keagamaan dilakukan. Buat mereka – mereka yang perantauan, moment lebaran menjadi moment dimana yang bersangkutan bisa pulang kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama orang tua, keluarga, sanak saudara.


Ada sebuah tradisi jika kamu tinggal khususnya di Jawa. Suatu tradisi yang bisa dibilang sangat istimewa yaitu tradisi sungkeman. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, sungkeman bisa diartikan sebagai duduk bersimpuh atau sujud kepada orang yang lebih tua sebagai tanda hormat. Sungkeman pada saat lebaran kepada orang tuamerupakan suatu ritual yang sering dilakukan oleh orang Jawa. Sungkeman jika pada lebaran sering juga diartikan sebagai bentuk ungkapan permintaan maaf kepada orang yang lebih tua.



Sungkeman, Tradisi Leluhur Yang Sarat Makna



Dalam moment pernikahan pun juga dikenal dengan acara sungkeman, hanya saja kedua sungkeman memiliki essensi yang sama yaitu suatu bentuk penghormatan kepada yang lebih tua (orang tua) sebagai permohonan maaf dan juga serta permohonan doa restu.


Adapun tata cara sungkeman pada saat lebaran adalah dengan duduk bersimpuh di hadapan orang yang lebih tua atau dituakan yang disertai dengan tangan yang bersalaman sambil mencium tangan yang diiringi dengan ucapan Bapak / ibu kulo ngaturaken sembah bekti ujo ngaturaken sugeng riyadi, mbok menawi wonten tindak sapecak ingkang lepat kulo nyuwun agunging samudro pangaksami lair batos.



Sungkeman, Tradisi Leluhur Yang Sarat Makna



Akan tetapi seiring dengan kemajuan jaman dan masyarakat yang sudah cenderung berpikiran lebih modern, tradisi sungkeman sudah mulai ditinggalkan. Sudah seharusnya sebagai warna negara Indonesia hendaknya kita wajib untuk menjaga dan melestarikan tradisi adat istiadat yang sudah mulai ditinggalkan.


Anak muda jaman sekarang sudah banyak meninggalkan tradisi sungkeman dengan berbagai alasan. Sebagai contohnya asumsi kalau sungkeman itu dianggap sebagai tradisi yang jadul tidak kekinian. Bahkan lebih parahnya lagi ada juga yang merasa malu untuk melakukan sungkeman kepada orang tua atau orang yang lebih dituakan.


Tradisi sungkeman kepada orang yang lebih dituakan mempunyai beberapa makna yang mendalam diantaranya :
  1. Melalui sungkeman kita diwajibkan untuk memperlakukan orang tua lebih hormat.
  2. Dengan sungkeman bisa mengajak seseorang untuk berbuat kebaikan dan menghilangkan sikap egoisme dari diri pribadi.
  3. Dapat memulihkan kembali hubungan yang telah rusak








Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 25 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.














Tips dan Trik Memilih Baju Lebaran

Tidak ada komentar

Rabu, 29 Mei 2019


Tips dan Trik Memilih Baju Lebaran




Yeaayyyyy…
Alhamdulillah hari ini 29 Mei sudah memasuki puasa ramadhan hari ke 24. Dan itu artinya sebentar lagi lebaran. Btw sudahpada beli baju lebaran belum??

Seperti tahun tahun sebelumnya dan bahkan sudah menjadi suatu tradisi penduduk negara berflower ini jika memasuki minggu terakhir puasa ramadhan orang – orang berbondong bondong pergi ke mall, pusat perbelanjaan dan juga toko pakaian untuk membeli baju baru. Meski banyak orang yang mengatakan kalau lebaran itu tidak harus menggunakan baju baru, akan tetapi dalam hati pasti merasa ada yang kurang jika lebaran tidak membeli baju baru.



Tips dan Trik Memilih Baju Lebaran
Membeli Baju Lebaran | Pic. Misterransel



Tidak sedikit orang yang berpikiran akan membeli baju yang banyak dengan harga yang murah, atau beli baju beberapa helai dengan harga yang mahal pada saat lebaran. Hal itu semata-mata dikarenakan setiap orang sedang dalam status punya uang yang berlebih, terlebih karena masa - masa menjelang lebaran para karyawan mendapatkan tunjangan THR dengan nominal yang lumayan.


Rasa ingin membali baju yang diimbangi dengan kemampuan keuangan yang cukup menjadikan orang kadang silap mata untuk membeli baju. Oleh karena itu saya akan memberikan tips dan trik untuk memilih baju lebaran.


Tips dan Trik Memilih Baju Lebaran
Memilih Baju Lebaran | Pic. Misterransel



Tips dan trik memilih baju lebaran :


Cari Tahu Apa Yang Kamu Inginkan
Membeli baju lebaran sebaiknya tidak asal beli, akan jauh lebih bijak jika sebelum membeli baju lebaran kamu melakukan riset cek dan ricek dulu model baju lebaran seperti apa yang kamu inginkan. Jangan sungkan untuk mengajak teman atau saudara untuk memberikan masukan cocok tidaknya baju yang akan kamu beli. Tentukan pula model dan warna baju yang akan kamu beli sesuai dengan yang kamu inginkan dan dengan batasan budget yang sudah kamu miliki tentunya.

Cek Ricek Lagi Diskon Yang Diberikan Oleh Toko Pakaian
Sebelum membeli baju lebaran dengan diskon yang gila - gilaan, ada baiknya kamu cek ricek lagi barang yang hendak kamu beli. Jangan sekali – kali mempunyai prinsip mumpung murah trus beli begitu saja, bisa jadi barng yang kamu beli itu adalah stock lama, model yang sudah tidak kekinian dan yang parah barang yang kamu beli tergolong barang cacat. Jadi cek ricek barang yang akan kamu beli sudah seharusnya dilakukan, agar kamu tidak mendapatkan barang cacat ataupun stock lama.

Jangan jadi Korban Mode
Memilih baju lebaran dengan model yang kekinian bisa dibilang sudah lumayan bagus. Akan tetapi memilik baju lebaran uang sesuai dengan kondisi tubuh kamu sangat penting. Mode – mode baju lebaran yang sedang ngehits sekarang ini belum tentu akan cocok jika diterapkan ke tubuh kamu. Sebaiknya kamu memilih baju lebaran yang sesuai dengan karakter serta postur tubuh kamu. Pilihlah baju lebaran yang sopan dan juga rapi, karena dengan demikian akan membuat kamu berpenampilan paripurna.

Jangan Beli Baju Yang Sekali Pakai
Tidak dibenarkan jika momen lebaran kamu beli baju yang hanya sekali pakai pada saat lebaran saja. Hal itu akan berakibat buruk buat isi dompetmu dan juga almari pakaianmu karena baju yang kamu beli hanya akan menumpuk di almari saja.

Pilih Baju Yang Sesuai Dengan Yang Kamu Butuhkan.
Pastikan kamu benar – benar memilh baju lebaran yang cocok dengan bentuk tubuh kamu dan juga cocok dengan harga yang tertera. Hindari berpikiran membeli baju dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran tubuhmu dengan asumsi mengikuti tren masa kini. Karena jika kamu mengenakan baju dengan ukuran yang bukan ukuran kamu, pastinya kamu akan jadi pusat perhatian dikarenakan saat lebaran mengenakan baju lebaran yang kekecilan atau kebesaran.



Demikian tips dan trik memilih baju lebaran yang bisa saya sampaikan. Semoga kamu bisa lebih bijak membeli baju lebaran.






Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 24 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.








Makeup Menawan Saat Lebaran

Tidak ada komentar

Senin, 27 Mei 2019


Makeup Menawan Saat Lebaran



Momen lebaran merupakan momen yang paling ditunggu- tunggu umat muslim yang menjalanan ibadah puasa. Setelah sebulan penuh berpuasa, euphoria umat muslim semakin semarak dalam menyambut hari kemenangan.



Dan pastinya dihari kemenangan itu kamu ingin tampil menawan kan ya??? Lalu persiapanmu menyambut hari kemenangan itu gimana??? Mau pake makeup seperti apa???


Sudah pasti kan pada saat hari kemengan tiba, kamu tentunya banyak sekali yang harus dipersiapkan, terutama pada saat pagi hari menjelang Sholat Ied. Ngurusin ini ngurusin itu, pokoknya pasti ribet. Yang mengakibatkan penampilan kamu menjadi jarang diperhatikan, mungkin feel nya sudah malas dandan apalagi kalo dandan pastinya lama. Nah, ini ada masukan makeup lebaran ada disini loh… disimak yakkk… biar tampilan kamu jadi menawan dikala lebaran.



Berikut beberapa tutorial makeup untuk memaksimalkan penampilan kamu menyambut hari kemenangan…


Tutorial Makeup 1

Untuk tutorial pertama aku rekomendasikan dari seorang beauty vlogger Nanda Arsyinta. Tutorial yang satu ini sangat simple dan bisa secera dipraktekkan sendiri.


Untuk videonya bisa cek dibawah :







Tutorial Makeup 2

Tutorial makeup video dari Wellisna Merduani seperti yang tercantum di youtubenya dibawah ini juga bisa kamu coba. Selain simple, bahan – bahan yang digunakan juga mudah didapat dan pastinya harganya nggak bikin kantong bolong..



Untuk videonya bisa cek dibawah :






Tutorial Makeup 3

Buat kamu yang berbudget sangat cekak alias berbudget tipis. Nggak ada salahnya kamu mencoba tutorial makeup yang ke 3 ini dari sang beauty vlogger Fatya Biya.
Dengan budget less Rp. 30.000,- kamu bisa terlihar lebih menawan pda saat hari kemenangan loh..



Untuk videonya silahkan cek dibawah :






Tutorial Makeup 4

Buat kamu yang repot ngurusi anak, suami dan juga rumah tangga sewaktu menyambut hari kemenangan, kamu bisa coba gaya makeup dari Lindakayhz. Caranya cukup simple dan mudah sekali untuk segera diaplikasikan di diri sendiri. Cuzzzzz….


Untuk videonya silahkan cek dibawah ini :







Nah…
Cukup mudah kan ya beberapa tutorial makeup diatas, cuzzzz buruan pilih salah satu untuk segera kamu terapkan diwajahmu. Agar besok saat menyambut hari kemenangan kamu bisa tampil menawan dan paripurna.





Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 22 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.

























Tips Dan Trik Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini

Tidak ada komentar

Minggu, 26 Mei 2019


Tips Dan Trik Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini


Euforia berpuasa di bulan ramadhan dialami oleh semua umat muslim di seluruh dunia. Tua, muda, dewasa dan bahkan anak – anak juga senang ikut melakukan ibadah puasa. Karena puasa diwajibkan bagi semua umat muslim yang sudah memenuhi persyaratan, maka sudah selayaknya ibadah puasa bisa ditanamkan kepada anak – anak. Dari sejak kecil saya juga sudah dilatih oleh ibu saya untuk berpuasa.

Mungkin kamu yang pernah dengar dan tidak asing dengan istilah puasa bedug. Bahkan aku pikir kamu dahulu waktu masih kecil juga melakukannya. Tidak perlu sungkan dan risau, mengajarkan puasa sejak dini dan menjelaskan pentingnya berpuasa sudah menjadi kewajiban bagi para orang tua. Pun dengan kita dahulu yang masih belajar berpuasa tidak perlu malu, karena dengan berpuasa meskipun setengah hari kita bisa belajar untuk perpuasa sehari penuh.



Tips Dan Trik Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini




Berikut dibawah aku kasih tips dan trik melatih anak berpuasa sejak dini, seperti halnya orang tuaku melatih ku berpuasa ketika aku masih kecil.


Ajarkan Berpuasa Setengah Hari Terlebih Dahulu
Jika dalam keadaan lapar dan haus, anak – anak pastinya akan lebih sulit mengendalikannya bisa dibanding dengan yang sudah dewasa. Hal itu dikarenakan ketahanan tubuh anak – anak berbeda dengan orang yang sudah dewasa. Oleh karena itu dengan melatih anak berpuasa setengah hari harapannya si anak akan terbiasa dengan kegiatan puasa.


Puasa setengah hari bisa dilatih misalnya dari jam 6 pagi hingga jam 12 siang, kemudian bisa makan siang dan setelah itu bisa dilanjutkan lagi berpuasanya hingga waktu berbuka puasa tiba. Atau bisa juga disesuaikan dengan kemampuan sang anak dalam berpuasa. Jika sudah terbiasa dengan puasa bedug, bisa dilatih lagi untuk berpuasa hingga ashar atau pukul 3 sore. Begitu seterus nya jika sudah terbiasa berpuasa ashar bisa dilanjut lagi dengan berpuasa seharian.



Tips Dan Trik Melatih Anak Berpuasa Sejak Dini




Berikan Semangat dan Pujian Jika Sudah tercapai Goal Pada Hari Itu
Jika si anak sudah menjalankan puasa baik itu puasa setengah hari ataupun puasa sampai sore hari dan terlebih bisa berpuasa hingga sehari full, alangkah lebih baik dan jangan ragu untuk segera memberikan pujian kepada si anak atas keberhasilannya. Dengan demikian akan memotivasi si anak lagi untuk berpuasa lagi dan lagi. Sekecil apapun penghargaan dan pujian kepada si anak akan menjadikan si anak merasa dihargai atas keberhasilannya dalam berpuasa, dengan demikian si anak akan lebih percaya diri untuk melakukan puasa lagi.


Ciptakan Suasana Yang Menyenangkan Selama Ramadhan
Dengan menciptakan suasana yang menyenangkan selama ramadhan maka sia anak akan bisa lebih fokus dan niat dalam menjalankan ibadah puasa. Hal kecil yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan selama ramadhan bisa dengan menjaga meja makan tetap bersih dari makanan dan minuman hingga waktu buka puasa tiba, menyimpan semua jajanan dan makanan selama puasa dll.



Jadi, menjalankan ibadah puasa tentunya lebih berat juka dibanding dengan menjalankan sholat, maka perintah menjalankan ibadah puasa bagi anak dilakukan dengan cara yang bertahap yaitu dengan berpuasa semampunya si anak terlebih dahulu, kemudian berpuasa setengah hari, kemudian meningkat hingga berpuasa sampai sore hari dan pada akhirnya dapat berpuasa dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari.






Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 21 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.












Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019

Tidak ada komentar

Sabtu, 25 Mei 2019


Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019


Bulan ramadhan sudah berjalan untuk yang kesekian hari. Pada bulan ramadhan ini kita diperkenankan untuk berlomba-lomba menuju kebaikan dan mencari pahal sebanyak – banyaknya. Beruntung sekali jika kualitas ibadah kita selama ramadhan ini menjadi lebih baik dari ramadhan tahun sebelumnya.



Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019




Seiring dengan kemajuan jaman dan banyaknya teknologi pengguna HP menjadikan puasa semakin berwarna dan bermakna. Bagian – bagian penting selama bulan ramadhan seperti doa, waktu sahur dan berbuka mewarnai hari – hari selama bulan ramadhan. Tentunya buat kamu yang pengguna gadget maniak dan sedang melakukan ibadah puasa, menjadi hal yang wajar ada satu atau dua aplikasi Ramadhan di HP kamu.


Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019



Seperti tahun – tahun sebelumnya, Muslim Pro Apps selalu menjadi salah satu aplikasi favorit dan wajib diintal di HP ku. Aplikasi Muslim Pro membantu aku untuk mengetahui jadwal ibadah secara lengkap dan keseluruhan dan disertai dengan alarm sebagai pengingatnya. Muslim Pro juga memberikan informasi tentang arah kiblat sehingga akan sangat membantu menentukan arah sholat jika sedang bepergian.


Muslim Pro juga dilengkapi dengan adzan yang paling akurat dan disertai dengan fitur Al Quran yang lengkap dengan bacaan audio, naskah arab dan terjemahannya.


Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019

Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019




Muslim Pro Apps ini mengkhususkan pada konten – konten yang islami, yang dapat memenuhhi semua kebutuhan – kebutuhan akan konten islami sehingga tidak membutuhkan lagi aplikasi lain yang akan dapat memakan banyak memori HP.


Muslim Pro Apps, Aplikasi favorit di Ramadhan 2019




Dan berikut beberapa fitur yang ada di dalam Muslim Pro :
  • Al-Quran lengkap dengan terjemahan dan bacaannya (mp3 audio).
  • Waktu shalat yang akurat karena didasarkan pada lokasi Anda berada.
  • Notifikasi adzan secara audio visual
  • Lokasi masjid dan restoran halal terdekat di sekitar Anda
  • Kompas animasi penunjuk kiblat yang menunjukkan arah langsung ke Mekkah
  • Kalender hijriyah untuk memperkirakan tanggal hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha
  • Asmaul Husna
  • Aplikasi dan Al-Quran yang sudah diterjemahkan seluruhnya ke dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, Jerman, English, Spanyol, Perancis, Itali, Belanda, Portugis, Turki dll







Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 20 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.











Tips dan Trik Buat Kamu Yang Tidak Bisa Mudik

Tidak ada komentar

Kamis, 23 Mei 2019



Tips dan Trik Buat Kamu Yang Tidak Bisa Mudik



Kamu sudah dapet tiket mudik lebaran belum?? Kehabisan tiket??


Kalau kamu kehabisan tiket mudik ato kamu emang nggak ada rencana untuk mudik, nggak usah khawatir. Dunia nggak akan kiamat kalo kamu nggak mudik. Dengan merencanakan acara – acara seru lainnya selama libur lebaran, bisa dipastikan akan dapat menghibur kamu saat kamu tidak bisa mudik.





Tips dan Trik Buat Kamu Yang Tidak Bisa Mudik




Nah, berikut dibawah tips dan triknya buat kamu semua yang nggk bisa mudik. Simak dengan seksama satu persatu… Jika dirasa masih ada yang kurang, bisa kamu tambahkan di kolom komen. He5x..


Video Call Dengan Keluarga
Dijaman yang serba canggih ini, nggak bisa mudik bukan menjadi satu alasan untuk tidak bisa berkomunikasi. Seusai Sholat Idul Fitri kamu bisa melakukan Video Call dengan orang tua, dengan demikian momen maaf memaafkan sewaktu lebaran nggak berlalu begitu saja dengan tidak mudiknya kamu.


Silaturahim ke Rumah Teman
Nggak bisa mudik bukan berarti kamu nggak bisa silaturahim. Setelah kamu selesai menunaikan sholat Idul Fitri, kamu bisa dating ke rumah teman kamu yang terdekat dan bisa bersilaturahim dengan keluarga nya. Kamu juga bisa berkunjung dari satu rumah teman ke rumah temanmu yang lain yang masih bisa dijangkau dengan kendaraan.


Belanja Kue Lebaran Bersama Teman
Lebaran pastinya identik dengan banyaknya kue – kue lebaran yang disajikan di meja tamu. Dengan tidak mudiknya kamu bukan berarti kamu tidak bisa mencicipi kue lebaran itu. Kamu bisa membeli sendiri kue – kue khas lebaran di supermarket terdekat. Dengan membeli kue – kue lebaran sebelum Hari Raya tiba, kamu pastinya juga akan bisa merasakan feel nya semarak lebaran.


Banyakin Stock Makanan Selama Libur Lebaran
Buat yang satu ini kudu ditandai, soalnya penting. Kalau kamu tidak mudik, sebaiknya memperbanyak stock makanan, hal ini dikarenakan pada saat hari Raya banyak toko yang tutup. Dengan memperbanyak stock makanan, kamu nggak akan khawatir lagi dengan toko yang tutup akibat libur lebaran.


Kumpul Dengan Teman Yang Tidak Bisa Mudik
Momen lebaran pastinya banyak sekali menu makanan yang bisa menggugah selera. Jika kamu tidak mudik, kamu bisa berkumpul dengan temanmu yang lain yang sama – sama tidak mudik. Kemudian kalian bisa membikin acara masak masak bareng dengan menu makanan lebaran misalnya opor ayam, rendang daging, bakso, ketupat dll. Tidak bisa mudik bukan berarti tidak bisa menikmati makanan sajian lebaran lho ya..


Liburan
Daripada kamu nggka mudik lalu bengong dirumah aja, sebaiknya kamu ambil ransel kamu trus jalan – jalan ke tempat yang kamu inginkan yang belum kesampaian. Jadi liburan hari raya kamu akan mendapat pengalaman seru meskipun kamu tidak bisa mudik.









Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 18 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.











Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil

Tidak ada komentar

Rabu, 22 Mei 2019


Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil



Ramadhan sudah pasti menjadi bulan yang sangat dinanti – nanti oleh semua umat muslim diseluruh dunia. Ramadhan 1440 H tahun ini jatuh pada awal Mei. Dan bisa dibilang bulan ramadhan adalan bulan yang penuh berkah karena setiap amalan – amalan yang kita lakukan di bulan ramadhan pahalanya akan dilipat gandakan.

Serunya ramadhan sudah barang tentu sangat dinikmati oleh anak – anak. Anak – anak sangat senang sekali jika memasuki bulan ramadhan. Bagaimana tidak, mereka akan mendapat banyak hadiah dari orang tua atau orang – orang terdekat jika mereka bisa menyelesaikan tantangan berpuasa. Dan tatkala sudah sampai dihari kemenangan, kebahagiaan mereka jadi bertambah dikarenakan mereka akan mendapat banyak angpao atau fitrah dari sanak family.


Kalau yang sudah menganjak dewasa, momen ramadhan pasti sudah dipusingkan dengan belanja ramadhan dan juga belanja lebaran. Kalau anak – anak sih mereka tinggak menikmati moment ramadhan dengan caranya masing – masing.


Nah, berikut ini beberapa keseruan aktivitas anak – anak selama ramadhan. Sembari bernostalgia, kamu dulu waktu anak – anak suka melakukan aktivitas yang mana hayo???


Jalan – Jalan Setelah Sholat Subuh

Aktivitas yang paling sering dilakukan oleh anak – anak saat bulan ramadhan adalah jalan – jalan santai setelah ibadah sholat subuh. Aktivitas jalan – jalan ini dilakukan secara bergerombol. Dan yang bikin gemes, keseruan saat jalan jalan kadang muncul aksi – aksi jail anak anak yang lain misalnya melempari petasan dan bahkan sampai ada yang dikejar anjing. Ada pula aksi anak – anak yang jalan – jalan dengan bergosip ria membicarakan kartun kesukaan mereka. Pokoknya keseruan jalan jalan setelah sholat subuh menjadi favorite dan bikin kangen banyak orang.



Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil




Main Play Station

Setelah selesai jalan – jalan subuh biasanya anak anak suka sekali main Play Station. Saat itu bisa dipastikan rental Play Station penuh bahkan sampai antri – antri.



Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil




Bermain Sepak Bola dari Siang Sampe Sore

Namanya juga anak – anak… aktifitas konyol pasti juga sering dilakukan. Salah satunya dengan bermain sepak bola siang hari hingga sore hari. Sudah tahu siang itu panas terik, masih saja main sepak bola. Setelah main sepak bola sudah dipastikan bakalan haus kan, nah kesempitan itu ada lho yang memanfaatkannya dengan mlipir sebentar ke masjid dekat lapangan. Dengan dalih cuci muka, eh air kran meluncur masuk ke mulut. Puasanya batal sih, tapi aktifitas itu jadi memorable tersendiri


Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil




Habis Ngaji Sore Main Lagi

Yang biasanya jadwal mengaji dilakukan habis maghrib, selama bulan puasa digeser menjadi setelah Ashar. Setelah mengaji sebentar biasanya dilanjutkan dengan bermain mainan seru lainnya, misalnya main kelereng, main petak umpet, bahkan nggak sedikit yang bermain bola lagi. Dan permainan itu biasanya akan terhenti setelah bedug maghrib terdengar dan kalau sudah terrdengar bedug maghrib, anak – anak biasanya sesegera mungkin berlarian menuju masjid untuk berbuka puasa dengan takjil yang sudah disediakan.


Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil




Main Petasan

Setelah sholat maghrib biasanya aktifitas dilanjutkan dengan main petasan. Segala macam petasan dimainkan, mulai dari petasan yang menimbulkan efek bunyi keras dan jugapetasan yang meluncur ke udara. Dan petasan akan terhenti jika sudah terdengar suara adzan Isya.


Serunya Ramadhan Saat Masih Kecil




Pokoknya kegiatan – kegiatan pada waktu kecil selama bulan ramadhan sangat menyenangkan. Dan setelah sebulan lamanya berpuasa dan melakukan kegiatan – kegiatan seru, akhirnya grand pricenya pun tiba, apalagi kalau bukan uang lebaran dan THR yan sudah dinanti, klop dah jadinya… Nggak heran kalau bulan ramadhan selalu di minati oleh anak – anak.







Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 17 - Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.














Zakat, Infak dan Sedekah, Serupa Tapi Tidak Sama

Tidak ada komentar

Selasa, 21 Mei 2019


Zakat, Infak dan Sedekah, Serupa Tapi Tidak Sama


Bulan ramadhan merupakan bulan yang tepat untuk memperbanyak pahala- pahala. Segala amalan yang dilakukan selama bulan ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Demikian pula dengan zakat, infaq dan sedekah, amalan – amalan itu akan dilipat gandakan pahalanya. Zakat, infaq dan sedekah bisa dilakukan dengan memberikan sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan tulus ikhlas dan dengan harapan bisa membawa manfaat bagi orang yang diberi.

Hanya saya tidak sedikit orang yang belum paham dengan pasti apa itu zakat, infaq dan sedekah. Berikut ulasan perbedaan zakat, infaq dan sedekah yang bisa dibilang serupa tapi tidak sama.



Zakat, Infak dan Sedekah, Serupa Tapi Tidak Sama




Zakat


Zakat bisa dikatakan memberikan sebagian harta yang dimiliki kepada orang lain atau kelompok tertentu tetapi dengan perhitungan yang sudah ditentukan. Jika ditelisik dari kewajibannya, zakat diwajibkan bagi semua umat muslim yang melakukan ibadah puasa, yang dikenal dengan zakat fitrah.


Zakat diwajibkan bagi setiap muslim yang sudah mampu memenuhi semua kebutuhan – kebutuhan hiduknya secara layak, dan sudah pasti jika umat muslim tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan hidup secara laya tidak diwajibkan untuk membayar zakat.


Zakat itu sendiri nantinya akan diberikan kepada orang lain yang sudah dikategorikan dan dikelompokkan sendiri – sendiri. Adapun kelompok orang yang berhak menerima zakat adalah fakir atau orang yang tidak memiliki harta, Miskin atau orang yang penghasilannya tidak mencukup kebutuhan hidupnya, riqab atau hamba sahaya (budak), gharim atau orang yang memiliki banyak hutang, Muallaf atau orang yang baru masuk islam, Fisabilillah atau orang yang berjuang dijalan Allah SWT, Ibnu Sabil atau musafir, Dan yang terakhir Amil Zakat atau orang yang menerima dan mengelola zakat.


Dan untuk waktunya, zakat dibawaykan pada waktu – waktu tertentu saja. Zakat fitrah dibayarkan pada saat bulan ramadhan dan zakat maal dibayarkan setelah mencapai nisab nya.



Zakat, Infak dan Sedekah, Serupa Tapi Tidak Sama





Infaq dan Sodaqoh

Infaq bisa dikatakan mengeluarkan sebagian harta atau penghasilan yang dimiliki untuk sesuatu kepentingan yang diperintahkan oleh islam. Infaq sendiri dikeluarkan oleh setiap muslim yang beriman baik yang berpenghasilan tinggi maupun yang berpenghasilan rendah dan juga pada saat dalam kondisi lapang maupun sempit.


Infaq sendiri bisa dilakukan oleh setiap orang dengan sukarela tanpa mengenal nisab. Setiap orang yang memperoleh rejeki apapun bisa memberikan infaq secara sukarela tanpa ada batasan batasan tertentu.


Jika Zakat tadi diberikan hanya kepada kelompok – kelompok tertentu seperti yang sudah disyaratkan, infaq bisa diberikan kepada siapa saja misalnya kepada orang tua, anak yatim, gelandangan dan lain sebagainya.


Dan untuk sodaqoh tidak jauh berbeda dengan infaq. Sodaqoh juga merupakan pemberian dari seseorang dalam bentuk apa saja dengan sukarela kepada orang lain terutama kepada orang miskin. Sodaqoh tidak serta merta harus berupa material, tetapi dapat juga berupa jasa yang bisa bermanfaat bagi orang lain.


Sodaqoh tidak terikat pada jumlah waktu dan juga tidak terbatas hanya sekedar materi, Sodaqoh dalam bentuk jasa non materi pun juga termasuk misalnya menyingkirkan batu di tengah jalan, membantu orang tua menyeberang jalan dan masih banyak contoh yang lain. Sama dengan infaq, sodaqoh dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.


Zakat, Infak dan Sedekah, Serupa Tapi Tidak Sama

Zakat, Infak dan Sedekah, Serupa Tapi Tidak Sama



Jadi, zakat, infaq dan sodaqoh bisa dikatakan amalan – amalan baik, yang bisa kita lakukan yang memiliki peranan penting dalam menjalin tali persaudaraan dan bisa mewujudkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.





Yukkkkk segera kita berzakat, berinfaq dan bersodaqoh!!!








Artikel ini saya ikutsertakan dalam Day 16 – Blogger Challenge yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan selama 30 hari di bulan Ramadan 1440 H.









Padusan, A Self Purifying Ritual in Welcoming The Holy Ramadan

1 komentar

Rabu, 24 Mei 2017

Padusan, The ritual some of people in Java before the month Ramadan where this tradition is backed by Sunnah/moslem rule, for exactly before entry the Ramadan is recommend to take a bath purify themselves from small or large filth before doing fasting in Ramadan.

Padusan comes from the basic word of “Adus” which means “take a bath”, got the prefix of “Pa” and the suffix “-an” and Padusan which literally means bathroom or baths.

Another example is “Padasan”. In Javanese term is a place of ablution usually made of Gentong or Tempayan which is given a hole for water to flow which in Javanese term name is mancur, mancur from Gentong or Tempayan is made to cleanse themselves from the small filth. The origin of the word Filth has the prefix of “Pa” and the suffix “-an” and the Padasan means a place of ablution to cleanse the body of the filth.


The padusan ritual before doing fasting of Ramadan is usually do at a certain place even though this padusan can be do in the bathroom in your own home, but generally padusan do in certain places which generally is a place of tourist places.
Actually there is no specific rule on how to do the Padusan. It is merely a tradition that lives in society and not an obligation to be do with the consequences of sin when it leaves it.

Padusan as a simple as the meaning of bath itself, bathing as usual as the other day. Every Moslem do a large bath, complete with shampooing bath from head to toe. The point is of course to eliminate and purify themselves from all kinds of large or small filth. How about a place to Padusan?

Because the basic of the padusan is a bath, so wherever humans can do a big bath, the padusan can be doing.
Padusan can be doing in the bathroom, pond, river, lake, even on seaside.


In the tradition of padusan which is passed down from generation to generation from the ancestors, there is no provision that the execution of padusan should be doing by many people at a place simultaneously. Each person has a bath like a bath on other days. The special thing that distinguishes only the intention of purifying to welcome the day the Holy of Ramadan.

Currently, the padusan gives the impression of bath by many people, men and women, in a place like pond, river, swimming pool, even on the seaside, is not really the main meaning of a padusan. Such a thing I think more to the efforts of certain business people to gain economic or business advantage by taking advantage of the momentum that event. Lots of examples sights or water parks that ran a lively event complete with a variety performance, such as traditional arts and dangdut.

SEJARAH KARATON SURAKARTA HADININGRAT

Tidak ada komentar

Selasa, 21 Juni 2011

Karaton Surakarta adalah sebuah warisan budaya Jawa. Wujudnya berupa fisik bangunan Karaton, benda artefak, seni budaya, dan adat tata cara Karaton.
Keberadaannya yang sekarang ini adalah hasil dari proses perjalanan yang panjang, dan merupakan terminal akhir dari perjalanan budaya Karaton Surakarta.

Usaha memahami keadaannya yang sekarang tidak bisa lepas dari usaha mempelajari asal usul dan keberadaanya di masa lampau. Sebab sepenggal cerita dan deskripsi sejarah suatu peristiwa kurang memberi makna yang berarti, jikalau tidak dikaitkan dengan proses dan peristiwa yang lain. Oleh karena itu peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam satu alur yang sama akan memberikan pemahaman yang menyeluruh dan utuh dari situasi yang sama saat ini.

Dalam kajian sejarah Karaton Surakarta akan ditelusuri dan dideskripsikan latar belakang dan proses menemukan lokasi Karaton, pemindahannya, pembangunannya serta perkembangannya baik dari segi fisik bangunan maupun segi nonfisik. Deskripsi historis berdasarkan sumber informan, dokumen-dokumen karya sastra dan sebagainya diharapkan memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Karaton Surakarta. Dari pengetahuan ini orang/masyarakat akan tumbuh kesadaran akan warisan budaya tersebut dan memiliki persepsi tertentu terhadap obyek tersebut.
Persepsi awal yang dapat dibentuk dari hasil kajian sejarah Karaton Surakarta ini pada gilirannya bisa menimbulkan daya tarik, memotivasi orang/warga masyarakat baik Nusantara maupun mancanegara untuk mengetahui lebih lanjut dan mendalam tentang segi-segi dari warisan budaya Karaton Surakarta tersebut.

A. Pengertian Karaton

Sebelumnya perlu dijelaskan mengenai pengertian Karaton. Menurut KRHT Wirodiningrat (Kantor Sasono Wilopo), ada tujuh pengertian (saptawedha) yang tercakup dalam istilah Karaton. Pertama, Karaton (Karaton) berarti kerajaan. Kedua, Karaton berarti kekuasaan raja yang mengandung dua aspek: kenegaraan (Staatsrechtelijk) dan magischreligieus. Ketiga, Karaton berarti penjelmaan “Wahyu nurbuwat” dan oleh karena itu menjadi pepunden dalam Kajawen. Keempat, Karaton berarti istana, kedaton “Dhatulaya” (rumah). Kelima, bentuk bangunan Karaton yang unik dan khas mengandung makna simbolik yang tinggi, yang menggambarkan perjalanan jiwa ke arah kesempurnaan. Keenam, Karaton sebagai Cultuur historische instelling (lembaga sejarah kebudayaan) menjadi sumber dan pemancar kebudayaan. Ketujuh, Karaton sebagai Badan (juridische instellingen), artinya Karaton mempunyai barang-barang hak milik atau wilayah kekuasaan (bezittingen) sebagai sebuah dinasti.

B. Proses Penemuan Lokasi Karaton

Baik dalam Babad Tanah Jawi (1941), Babad Kartasura Pacinan (1940), maupun dalam Babad Giyanti (1916, I), kisah perpindahan Karaton dari Kartasura ke Surakarta hampir sama deskripsinya. Secara ringkas kisahnya sebagai berikut.

Ketika Sunan Paku Buwana II (1726 – 1749) kembali dari Ponorogo (1742), baginda menyaksikan kehancuran bangunan istana. Hampir seluruh bangunan rusak berat, bahkan banyak yang rata dengan tanah akibat ulah para pemberontak Cina. Bagi Sunan, keadaan tersebut mendorong niatnya untuk membangun sebuah istana yang baru, sebab istana Kartasura sudah tidak layak lagi sebagai tempat raja dan pusat kerajaan. Niat ini kemudian disampaikan kepada para punggawa kerajaan. Patih R. Ad. Pringgalaya dan beberapa bangsawan diajak berembug tentang rencana pembangunan istana baru tersebut. Raja berkehendak membangun istana baru di tempat yang baru. Raja menghendaki, istana yang baru itu berada di sebelah timur istana lama, dekat dengan Bengawan Sala. Hal ini dilakukan di samping untuk menjahui pengaruh para pemberontak yang mungkin masih bersembunyi di kartasura, juga untuk menghapus kenangan buruk kehancuran istana Kartasura.

Setelah diadakan pembicaraan seperlunya tentang rencana Sunan tersebut, akhirnya Sunan mengutus utusan yang terdiri dari ahli negara, pujangga dan ahli kebatinan untuk mencari tempat yang cocok bagi pembangunan istana baru. Para utusan tersebut diberi wewenang dan kekeuasaan untuk bersama-sama mencari dan memilih tempat yang cocok untuk istana batu, baik sacara lahiriah maupun batiniah. Utusan itu terdiri dari Mayor Hohendorp, Adipati Pringgalaya, dan Adipati Sindurejo (masing-masing sebagai Patih Jawi’Patih Luar’ dan Patih Lebet ‘Patih Dalam’), serta beberapa orang bupati. Utusan itu diikuti oleh Abdi Dalem ahli nujum, Kyai T. Hanggawangsa, RT Mangkuyuda, dan RT Puspanegara. Setelah berjalan lama, mereka mendapatkan tiga tempat yang dianggap cocok untuk dibangun istana. Ketiga tempat itu adalah:

Desa Kadipala; daerahnya datar, kering, akan tetapi para ahli nujum tidak menyetujui, sebab walaupun kelak kerajaan Jawa tumbuh menjadi kerajaan yang besar, berwibawa dan adil makmur, namun akan cepat rusak dan akhirnya runtuh. Sebagai tanda, maka ditempat itu dibangun sebuah panggung (Kopel). Sekarang panggung itu dikelilingi oleh bangunan dan gudang kayu jati milik seorang Cina, Jap Kam Mlok (Tikno Pranoto, tth: 27). Letaknya di depan bekas Rumah Sakit Kadipala, di sebelah utara jalan Dr. Rajiman.

Desa Sala; atas pilihan RT. Hanggawangsa dan disetujui oleh semua utusan kecuali Mayor Hohendorp. Alasannya, tanahnya sangat rusak, terlalu dekat dengan Bengawan Sla, dan daerahnya penuh dengan rawa-rawa yang dalam.

Desa Sana Sewu; terhadap tempat ini RT. Hanggawangsa tidak menyetujuinya, karena menurut ‘jangka’, akan mengakibatkan perang saudara dan penduduk Jawa akan kembali memeluk agama Hindu dan Budha (tiyang Jawi badhe wangsul Budha malih) (Panitia Hari Jadi, 1973:81;Pawarti Surakarta, 1939:9-10).

Setelah diadakan permusyawaratan, para utusan akhirnya memilih desa Sala sebagai calon tunggal untuk tempat pembangunan istana baru, dan keputusan ini kemudian disampaikan kepada Sunan di Kartasura. Setelah Sunan menerima laporan dari para utusan tersebut, kemudian memerintahkan beberapa orang Abdi Dalem untuk meninjau dan memastikan tempat itu. Utusan itu ialah Panembahan Wijil, Abdi Dalem Suranata, Kyai Ageng Khalifah Buyut, Mas Pangulu Fakih Ibrahim, dan Pujangga istana RT. Tirtawiguna (Tus Pajang, 1940:19-21). Sesampainya di desa Sala, utusan tersebut menemukan suatu tempat yang tanahnya berbau harum, maka disebut desa Talangwangi (tala = tanah; wangi = harum), terletak di sebelah barat laut desa Sala (sekarang menjadi kampung Gremet). Setelah tempat tersebut diukur untuk calon lokasi istana, ternyata kurang luas, maka selanjutnya para utusan melakukan “samadhi” (bertapa) untuk memperoleh ilham (“wisik”) tentang cocok atau tidaknya tempat tersebut dijadikan pusat istana. Mereka kemudian bertapa di Kedhung Kol (termasuk kampung Yasadipuran sekarang).

Setelah beberapa hari bertapa, mereka memperoleh ilham bahwa desa Sala sudah ditakdirkan oleh Tuhan menjadi pusat kerajaan baru yang besar dan bertahan lama (Praja agung kang langgeng). Ilham tersebut selanjutnya memberitahukan agar para utusan menemukan Kyai Gede Sala (sesepuh desa Sala). Orang itulah yang mengetahui ‘sejarah’ dan cikal bakal desa Sala . Perlu diketahui, bahwa nama Kyai Gede Sala berbeda dengan Bekel Ki Gede Sala, seorang bekel yang menepalai desa Sala pada jman Pajang. Sedang Kyai Gede Sala adalah orang yang mengepalai desa Sala pada jaman kerajaan Mataram Kartasura (Pawarti Surakarta, 1939:6-7).

Selanjutnya Kyai Gede Sala menceritakan tentang desa Sala sebagai berikut. Ketika jaman Pajang, salah seorang putera Tumenggung Mayang, Abdi Dalem kerajaan Pajang, bernama Raden Pabelan, dibunuh di dalam istana, sebaba ketahuan bermain asmara dengan puteri Sekar Kedaton atau Ratu Hemas, puteri Sultan Hadiwijaya, raja Pajang (Atmodarminto, 1955:83;Almanak Cahya Mataram, 1921:53;Dirjosubrata, 1928: 75-76). Selanjutnya mayat raden Pabelan dihanyutkan (“dilarung”) di sungai Lawiyan (sungai Braja), hanyut dan akhirnya terdampar di pinggir sungai dekat desa Sala. Bekel Kyai Sala yang saat itu sebagai penguasa desa Sala, pagi hari ketika ia pergi kesungai melihat mayat. Kemudian mayat itu didorong ke tengah sungai agar hanyut. Memang benar, mayat itu hanyut dibawa arus air sungai Braja. Pagi berikutnya, kyai Gede Sala sangat heran karena kembali menemukan mayat tersebut sudah di tempatnya semula. Sekali lagi mayat itu dihanyutkan ke sungai. Namun anehnya, pagi berikutnya peristiwa sebelumnya berulang lagi. Mayat itu kembali ke tempat semula, sehingga Kyai Gede Sala menjadi sangat heran. Akhirnya ia “maneges”, minta petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa atas peristiwa itu. Setelah tiga hari tiga malam bertapa, Kyai Gede Sala mendapat ilham atau petunjuk. Ketika sedang bertapa, seakan-akan ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda gagah. Pemuda itu mengatakan, bahwa dialah yang menjadi mayat itu dan mohon dengan hormat kepada Kyai Gede Sala agar dia dikuburkan di situ. Namun sayang, sebelum sempat menanyakan tempat asal dan namanya,pemuda itu telah raib/menghilang. Akhirnya Kyai Gede Sala menuruti permintaan pemuda tersebut, dan mayatnya dimakamkan di dekat desa Sala. Karena namanya tidak diketahui, maka mayat itu desebut Kyai Bathang (bathang = mayat). Sedangkan tempat makamnya disebut Bathangan (makam itu sekarang berada di kawasan Beteng Plaza, Kelurahan Kedung Lumbu). Dengan adanya Kyai Bathang itu, desa Sala semakin raharja (Sala = raharja_, kehidupan rakyatnya serba kecukupan dan tenang tenteram (Roorda, 1901:861).

Demikian cerita singkat Kyai Gede Sala. Kuburan itu terletak di tepi rawa yang dalam dan lebar. Keadaan ini kemudian oleh para utusan dilapokan kepada Sunan di Kartasura.

Sesudah Sunan Paku Buwana II menerima laporan, maka segera memerintahkan kepada Kyai Tohjaya dan Kyai Yasadipura (I), serta RT. Padmagara, untuk mengupayakan agar desa Sala dapat dibangun istana baru. Ketigautusan tersebut kemudian pergi ke desa Sala. Sesampainya di desa Sala, mereka berjalan mengelilingi rawa-rawa yang ada disekeliling desa Sala. Akhirnya mereka dapat menemukan sumber Tirta Amerta Kamandanu (air kehidupan, sumber mata air). Hal itu dilaporkan kepada Sunan, dan kemudian Sunan memutuskan bahwa desa Sala-lah yang akan dijadikan pusat istana baru. Sunan segera memerintahkan agar pembangunan istana segera dimulai. Atas perintah Sunan, seluruh Abdi Dalem dan Sentana dalem membagi tugas: Abdi Dalem mancanegara Wetan dan Kilen dimintai balok-balok kayu, jumlahnya tergantung pada luas wilayahnya. Balok-balok kayu tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam rawa di desa Sala sampai penuh. Meskipun demikian belum dapat menyumbat mata air rawa tersebut, bahkan airnya semakin deras.

Sanadyan kelebetana sela utawi balok ingkang ageng-ageng ngantos pinten-pinten ewu, meksa mboten saget pampet, malah toya saya ageng ambalaber pindha samodra.(Tus Pajang, 1940:24-25).

(Walaupun diberi batu ataupun balok-balik kayu yang besar-besar sampai beribu-ribu banyaknya, terpaksa tidak dapat tertutup, bahkan keluarnya air semakin besar dan menyeruap bagaikan samodra).

Bahkan lebih mengherankan lagi, dari sumber air tersebut keluar berbagai jenis ikan yang biasa hidup di air laut (teri pethek, dsb). Menyaksikan kejadian itu, Panembahan Wijil dan Kyai Yasadipura bertapa selama tujuh hari tujuh malam tanpa makan dan tidur. Akhirnya pada malam hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) Kyai Yasadipura mendapatkan ilham sebagai berikut:

He kang padha mangun pujabrata, wruhanira, telenging rawa iki ora bisa pampet amarga dadi tembusaning samodra kidul. Ewadene yen sira ngudi pampete, kang dadi saranane, tambaken Gong Kyai Sekar Dlima godhong lumbu, lawan sirah tledhek, cendhol mata uwong, ing kono bisa pampet ponang teleng. Ananging ing tembe kedhung nora mili nora pampet, langgeng toyanya tan kena pinampet ing salawas-lawase (Pawarti Surakarta, 1939:7).

(Hai, kalian yang bertapa, ketahuilah, bahwa pusat rawa ini tidak dapat ditutup, sebab menjadi tembusannya Lautan Selatan. Namun demikian bila kalian ingin menyumbatnya gunakan cara: gunakan Gong Kyai Sekar Delima, daun lumbu (talas), dan kepala ronggeng, cendol mata orang, disitulah pasti berhenti keluarnya mata air. Akan tetapi besok kenghung itu tidak akan mengalir, tetapi juga tidak berhenti mengeluarkan air, kekal tidak dapat disumbat selama-lamanya).

Penerimaan ilham tersebut terjadi pada hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon) tanggal 28 Sapar, Jimawal 1669 (1743 Masehi) (Yasadipura II, 1916: 17-18). Segala kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Sunan di Kartasura. Sunan sangat kagum mendengar laporan tersebut dan setelah berpikir keras akhirnya Sunan bersabda:

Tledhek iku tegese ringgit saleksa. Dene Gong Sekar Dlima tegese gangsa, lambe iku tegese uni. Dadi watake bebasan kerasan. Gong Sekar Delima, dadi sekaring lathi, ingkang anggambaraken mula bukane nguni iku Kyai Gede Sala. Saka panimbang iku udanegarane kabener anampi sesirah tledhek arta kehe saleksa ringgit (cendhol mata uwonng), mangka liruning kang dadi wulu wetuning desa tekan ing sarawa-rawa pisan (Pawarti Surakarta, 1939:8).

“Tledhek” berarti sepuluh ribu ringgit. Gong Sekar Delima berarti “gangsa”, bibir atau ujar (perkataan). Jadi bersifat perumpamaan. Gong Sekar Delima menjadi buah bibir yang menggambarkan asal mula/cikal bakal (desa) yaitu Kyai Gede Sala. Atas pertimbangan itu sepantasnya menerima ganti uang sebanyak sepuluh ribu ringgit. Sebagai ganti rugi penghasilan desa beserta rawa-rawanya.

Demikian akhirnya Kyai Gede Sala memperoleh ganti rugi sebesar sepuluh ribu ringgit (saleksa ringgit) dari Sunan. Selanjutnya Kyai Gede Sala bertapa di makam Kyai Bathang. Di dalam bertapa itu Kyai Gede Sala memperoleh “Sekar Delima Seta” (putih) dan daun lumbu (sejenis daun talas). Kedua barang tersebut dimasukkan ke dalam sumber mata air (Tirta Amerta Kamandanu). Sesudah itu dilakukan kerja bhakti (gugur gunung) menutup rawa. Akhirnya pekerjaan itu selesai dengan cepat. Penghuninya dipindahkan dan dimukimkan kembali di tempat lain (“wong cilik ing desa Sala kinen ngalih marang ing desa Iyan sami”). Kemudian pembangunan dimulai dengan menguruk tanah yang tidak rata dan dibuat gambar awal dengan mengukur panjang dan lebarnya (“ingkur amba dawane”). Puluhan ribu (leksan) buruh bekerja di proyek pembangunan itu. Dinding-dinding pertama dibangun dari bambu karena waktunya mendesak. Adapun desain umumnya mencontoh model Karaton Kartasura (“anelad Kartasura”) (Lombard, III: 109).

Mengapa pilihan jatuh di desa Sala, ada beberapa alasan yang dapat diajukan, baik dilihat secara wadhag atau fisik-geografis maupun alasan magis-religius. Desa Sala letaknya dekat dengan Bengawan Sala, yang sejak lama mempunyai arti penting dalam hubungan sosial, ekonomi, politik, dan militer antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebuah sumber menyebutkan, Bengawan Sala atau atau Bengawan Semanggi mempunyai 44 bandar (Fery Charter abad ke-14), salah satunya bernama Wulayu atau Wuluyu atau sama dengan desa Semanggi (bandar ke-44). Dalam Serat Wicara Keras disebutkan, Bengawan Sala sebagai Bengawannya orang Semanggi (bandingkan dengan Babad Tanah Jawi). Alasan lainnya, di desa Sala cukup tenaga kerja untuk membuat Karaton karena dikelilingi oleh desa Semanggi, Baturana, dan Babudan (dua desa yang terakhir merupakan tempat Abdi Dalem pembuat babud permadani pada jaman Kartasura). Desa Sala sendiri zaman Padjang dibawah bekel Kyai Sala. Alasan politis juga dapat dimasukkan, terutama dalam menjaga kepentingan VOC. Untuk mengawasi Mataram maka VOC membangun benteng di pusat kota Mataram yang mudah dijangkau dari Semarang sebagai pintu gerbang ke pedalaman.

Sementara itu terdapat sejumlah alasan magis-religius seperti berikut ini. Pertama, desa Sala terletak di dekat tempuran, yaitu bertemunya Sungai Pepe dan Bengawan Sala. Tempuran merupakan tempat magis dan sakral. Dismping itu, kata Sala atau Qala dihubungkan dengan bangunan suci. Kata itu berarti ruangan atau bangsal besar dan telah disebut-sebut dalam OJO no. XLIII (920) dengan istilah Kahyunan. Di Qala tedapat sekolah Prahunan (sekarang kampung praon) di dekat muara Sungai Pepe, yang artinya bangunan suci di Hemad (I Hemad atau Ing Hemad, Ing Gemad = Gremet). “Ning peken ri hemad”, artinya di pasar ngGremet, tempat dilakukan upacara penyumpahan mendirikan tempat swatantra perdikan di Sala.

Pembangunan Karaton segera dimulai setelah rawa-rawa berhasil dikeringkan dan tempatnya dibersihkan. Untuk mengurug Karaton, tanahnya diambil dari desa Talawangi. (dalam sebuah sumber lain disebutkan, “hawit iku pada kalebu hing jangka, sak mangsa-mangsa ndandani Kadaton bakal njupuk hurug lemah Kadipala (Tetedakan sangking Buk Ha: Ga, Sana Pustaka). Jadi tanah Talawangi dan tanah Sala kedua-duanya dipakai untuk pembangunan Karaton. Karaton telah berdiri meskipun belum dipagari batu dan baru dari bambu (jaro bethek). Sirnaning Resi Rasa Tunggal (1670) menandai saat pengerjaan Karaton selesai, meskipun nampak tergesa-gesa.

Kata Surakarta sendiri lebih dicari akarnya pada kata atau kerajaan sebelumnya, Kartasura dan Kerta. Kartasura (Jaman Amangkurat II) dulu bernama Wanakerta = berani berperang. Sedangkan Kerta atau Karta = tenteram, pusat Mataram jaman kejayaannya. Jadi keturunan Mataram mengharapkan kejayaan dan ketentraman kembali Mataram seperti ketika beribukota di Karta. Ada pendapat lain yang mengatakan, kata Sala berasal dari desa ala, artinya desa yang jelek. Dan, Karta Sura artinya bukan Karta dan Sura, karena fakta membuktikan bahwa Kartasura tidak banyak membawa kegahagiaan. Sedangkan kata Surakarta sering kali juga dihubungkan dengan Batavia atau Jayakarta. Orang Jawa Barat menyebut bandar ini dengan nama Surakarta. Untuk menghormati Kompeni, maka Sunan menamakan Karatonnya yang baru dengan Surakarta (Hadiningrat).

Setelah tanah diratakan, Sunan memerintahkan agar dilakukan pengukuran calon istana (kutha). Petugasnya adalah : Mayor Hohendrop, Patih R. Ad. Pringgalaya, Kyai T. Puspanagara, Kyai T. Hanggawangsa, Kyai T. Mangkuyuda, dan Kyai T. Tirtawiguna. Petugas pengukur calon istana ialah Panembahan Wijil dan Kyai Khalifah Buyut. Pengukur “adu manis”-nya istana ialah Kyai Yasadipura dan Kyai Tohjaya. Untuk mempertinggi pusat istana, maka mengambil tanah dari Talawangi, Kadipala dan Sanasewu. Para tukang (abdi dalem Kalang) diperintahkan dan dikerahkan untuk membangun istana. Lurah Undhagi (tukang kayu) dipimpin oleh Kyai Prabasena dibantu oleh Kyai Karyasana, Kyai Rajegpura, Kyai Sri Kuning, ditambah tenaga dari mancanegara. Sebagai penanggungjawab adalah R. Ad. Pringgalaya dengan dibantu para Bupati Jawi dan Lebet. Permulaan pembangunan itu ditandai dengan sengkalan “Jalma Sapta Amayang Buwana = 1670 Jawa (1744 M)

C. Prosesi Pemindahan Karaton dari Kartasura ke Surakarta

Pada suatu ketika RT. Tirtawiguna di tanya oleh Sunan tentang persyaratan perpindahan pusat istana, maka RT. Tirtawiguna memberi penjelasan sebagai berikut (Adeging Karaton tth:13):

Ketika Raja Parasara memindahkan kerajaannya ke Hastinapura, persajian yang diadakan adalah pala kirna, pala kesimpar, pala gumantung, pala kependhem, pala andheng atau bunga-bungaan yang harum baunya ditaruh ditengah istana. Para pendeta berdoa sehari semalam. Barulah perpindahan dilakukan.

Prabu Aji Pamosa dari Kediri memindahkan pust Kerajaan dari Kediri ke Witaradya. Persajian sama dengan Prabu Yudayaka (Parasara) di Hastina, dengan ditambah “tumpeng rajegan” (tumpeng seribu buah) diberi daging binatang berkaki empat, ikan darat, ikan kali, daging jenis unggas, “jajan pasar”.

Prabu Dewata Cengkar di Medang Kamulang, pindah ke Medang Kamulan Timur. Persajian sama seperti Prabu Aji Pamosa dengan ditambah “gecok mentah” dipasang di setiap sudut istana dan setiap perempatan besar dan kecil.

Pabu Banjaran Sari di Kerajaan Pajajaran pindah ke Galuh. Persajian sama dengan yang dilakukan oleh Prabu Dewata Cengkar dengan ditambah Raja dan Ratu berpakaian “Wligasan” (pakaian penganten), menghias jalan-jalan, para abdi dalem “Sarimbit” dengan pakaian “Kepangeranan penganten” (pakaian penganten sesudah upacara kirab “Kanarendran”)

Segala kegiatan perpindahan tersebut seluruhnya selalu diakhiri dengan “bujana handrawina” (peta atau resepsi). Sunan menerima persajian seluruhnya dan ditambah dengan “bumbu-bumbu masak atau racikan atau rerajungan”. Selanjutnya diatas rencana perpindahan tersebut lebih dahulu barang-barang yang dipindahkan adalah:
1. beras dan padi
2. perlengkapan dapur dengan segala macam bumbu masak
3. sato iwen (ayam, itik, dan sejenisnya)
4. raja kaya (hewan ternak berkaki empat)
5. perlengkapan-perlengkapan lain

Sedang jenis “sajen” yang diadakan ialah: gecok kelapa, bekakak ikan, bumbu sekapur peyon atau robyongan: bunga sirih lengkap, rokok boreh. Jenis tumpeng: megana, urubing damar, tatrah, rabah, rerajungan, rukini, kelut, litut, gicing. Disamping masih ada sayuran, ikan, daging dan segala macam jenang : jenang abang, putih, selaka, mangkur, kiringan, ngongrong, dodol, a lot, bakmi, bandeng, lemu kaleh, kalong, jada, wajik, pudhak pondhoh, ketan manca warna atau pala kirna, pala gumantung, pala kesimpar, pala kependhem, dan pala andheng. Kemudian berbagai macam telur, ayam, itik, burung, ikan dan sebagainya. Berbagai macam benang, kain batik, selendang, kain kerik dan masih banyak lagi jenis sajian lainnya. ( Pawarti Surakarta, 1939 : 10-11) Kemudian tiga jenis emas, perak, binatang hidup.

Setelah semua persiapan dirasa cukup lengkap, maka pada hari yang telah ditetapkan, Sunan beserta segenap Keluarga kaum kerabat pindah tempat dari Kartasura ke desa Sala.

Mayor Hogendorp beserta pasukannya berapa di depan sejumlah lima kompi. Perpindahan itu dilakukan pada hari Rabu Pahing, 17 Sura, Sesengkalan “ Kambuling Puja Asyarsa ing Ratu “ ( 1670 Jawa = 1745 M atau 17 Februari 1745 ). Dalam Serat Kedhaton, disebutkan :


Sigra jengkar saking Kartawani
Ngalih kadhaton mring dhusun sala
Kebut sawadya balane
Busekan sapraja gung
Pinengetan hangkate huni
Hanuju hari Buda henjing wancinipun
Wimbaning lek ping Sapta Wlas
Sura He je kombuling Pudya Kapyarsi
Hing Nata kang sangkala

(Segera berangkat dari Kartasura
Pindah karaton di dusun sala
Semua bala prajurit
Sibuk seluruh praja
Diperingati berangkatnya dulu
Bertepatan hari Rabu pagi,
Tanggal 17)


Raja dan Ratu tampil di singgana ( sithinggil ) diiring semua penari perempuan ( Bedhaya Serimpi ) dan para pengikut. Mereka disambut serentak oleh tembakan meriam, bunyi gamelan dan tiupan terompet. Lalu mereka mulai berjalan dan sang pujangga mendiskripsikan dengan teliti urut-urutan panjang itu, yang secara simbolis berarti “ mengankut Karaton sampai ke desa Sala “ ( ngalih kadhaton mring dhusun Sala ). Susunan barisan berikut ( Pawarti Surakarta 1939 : 16 – 21 ; Yasadipura II, 1916, 1 : 20 -21 )

1. Waringin kurung sakembaran ( dua batang pohon beringin ) diberi kain cinde diapit oleh Abdi Dalem dari desa-desa.
2. Bangsal Pangwarit diiringi oleh Abdi Dalem Prajurit Kalang, Gowong, Undhagi, Selakerti.
3. Gajah kenaikan Sunan, diapit oleh Abdi Dalem Srati.
4. Kuda kenaikan Sunan diiringi oleh Abdi Dalem Gamel.
5. Para Abdi Dalem Bupati Nayaka Jawi Kiwo dan Tengen: Panumping, Panekar, Sewu Numbak Anyar, Siti Ageng Kiwo Tengen, Bumi, Bumija, diiringi oleh Abdi Dalem Kliwon, Panewu, Mantri, naik kuda dengan berpayung.
6. Abdi Dalem Bupati Anom Anon-Anon beserta Panewu, Mantrinya, terdiri dari: Abdi Dalem: kemasan, greji, pandhe, sayang, gemblak (gembleg), puntu, samak, tukang laras, tukang warangka, tukang ukir, jlagra, slembar, gupyuh, tukang cekathak, tukang pasppor, tukang landheyan (tempat tombak), undhagi, bubut, kendhi, niyaga, badhut, dhalang, tukang sungging, tukang natah wayang, tukang cat, tukang prada, tledhel, kebon dharat, mengiringi gamelan terdiri dari: Kyai Surak, Kyai Sekar Delima, Kyai Sekar Gadhung, diberi payung kuning.
7. Selanjutnya diikuti oleh tukang song-song (payung), tukang pasar, tukang tulup, tukang jemparing (panah), tukang jungkat (sisir), teluk, gebyar, tukang musik, (batik), Patih Raden Adipati Pringgalaya dan Patih Raden Adipati Sindureja disertai benda-benda upacara kepatihan.
8. Prajurit Kompeni lima kompi dengan berkuda.
9. Benda-benda upacara Kadipaten Anom diiringi oleh para Abdi Dalem Punakawan, emban, cethi, nyai. Kemudian Raden Adipati Anom naik kuda, berpayung berjajar dengan Mayor Hagendrop, diiringi oleh Abdi Dalem Kadipaten Anom dan ditutup oleh Pepatih dan Wedana Kadipaten: RT. Wirapraja.
10. Abdi Dalem Prajurit Sarageni dan Sarantaka, disambung dengan bedhug dengan diiringi Abdi Dalem Merbot, Penghulu, Khetib, Ulama, pradikan, berkuda dan berpayung. Disambung: Cekal Kyai Baladewa dibawa oleh Abdi Dalem Kebayan lengkap.
11. Para Sentana, Panji, Riya Pangeran, putra, berkuda, berpayung, ditutup oleh Abdi Dalem Suranata, juru besarta anak buahnya.
12. Para punakawan, Hurdenas, ponylompret Belanda, tombak milik Sunan, kiri kanan mengapit benda-benda upacara kerajaan: banyak dhalang sawung galing dibawa oleh Abdi Dalem Gandhek Mantri Anom, berpayung kuning. Disambung benda-benda pusaka kerajaan: bendhe (canang) Kyai Bicak. Pembawanya naik kuda berpayung kuning. Disambung Abdi Dalem Gajah Mati dengan membawa Carak Kyai Nakula Sadewa, cemeti milik raja, Kyai Pecut, Kemudian Raja diiringi oleh Abdi Dalem Keparak kIwa Tengen dengan membawa benda-benda upacara Kerajaan. Kemudian para prajurut Tamtama, kiri kanan masing-masing dua ratus orang prajurit. Disambung oleh Abdi Dalem Prajurit Mertalulut dan Singanagara, membawa pusaka oleh Abdi Dalem Keparak Kiwa Tengen berjumlah empat pulih orang, berkuda diiringi benda-benda upacara Kabupaten.
13. Abdi Dalem Keputren: Nyai Tumenggung atau Nyai Lurah Keparak Jawi dan Lebet naik tandu/kremun atau tandu kajang dan ada yang berkuda, beserta anak buah. Disambung para Wedana, Panewu, Mantri, Kliwon beserta anak buah. Kemudian istri Patih Pringgalaya dan Patih Danurejo. Disambung Abdi Dalem Bedaya Srimpi Manggung Ketanggung atau pembawa benda-benda upacara, para Ratu serta para emban dan para Nyai. Kemudian Permaisuri Sunan diiringi oleh Abdi Dalem Gedhong Kiwa Tengen empat orang, Abdi Dalem Kliwon, Panewu, Mantri Jajar. Disamping putera-puteri Sunan dan para Selir (Priyatun Dalem), para istri Bupati Mancanagara, semua Keputren ini sebagian besar naik tandu, kremunjoli atau jempana.
14. Benda-benda pusaka Kerajaan, dimasukkan ke dalam gendhaga (bokor), serta buku-buku Kerajaan dibawa oleh Abdi Dalem Keparak, diiringi oleh Abdi Dalem Kasepuhan, Bupati, Kliwon, Panewu, Mantri, para prajurit dan para panahan.
15. Para Abdi Dalem Perempuan, bekerja dapur beserta perlengkapan dapur, Abdi Dalem Krapyak, dengan membawa beras, ayam, dan sato iwen lain, upeti para Adipati Mancanagara. Kemudian Abdi Dalem Jajar beserta perlengkapan rumah tangga, Abdi Dalem Pamajegan membawa kayu bakar, arang, sapit, sajen, tampah (niru), tebok, ancak, seruk (bakul), tumbu, sapu, godhong (daun), ethong, lesung, lempong, alu ujon, kukusan, irus, solet, dan sejenis peralatan dapur lainnya. Kemudian pusaka Dalem Dandang Kyai Dhudha, pusaka Panjang Kyai Blawong, Kendhil Kyai Marica, dijaga oleh Nyai Gandarasa yang naik tandu, diiringi oleh Bupati Gading Mataram besarta anak buahnya. Kemudian disambung oleh Galadhag Pacitan membawa batu, tempat minum harian milik Raja, Sela Gilang, teras bagi Siti Hinggil Sela Gilang di Bangsal Pangrawit, Bangsal Manguntur Tangkil dan batu-batu pasalatan (untuk sembahyang), padasan, para perdikan Mancanagara, mimbar, bedhug Masjid Besar Kyai Rembeg. Semua benda-benda pusaka tersebut diberi payung kuning, diletakkan di atas gendhaga.
16. Pohon beringin pukuran (yang ditanam di alun-alun Selatan/pukuran) diiringi oleh Abdi Dalem Pancar Mancanagara.
17. Abdi Dalem Dagang, sudagar, kriya, pangindung, blatik (pedagang kambing), mudel, umbal, mranggi, pangukir, rakyat jelata Karaton Kartasura.
18. Binatang ternak milik para putera sentana, para Bupati, Kliwon, Panewu Mantri beserta anak buahnya.
19. Abdi Dalem Pandhelegan, tukang mencari ikan, tukang baita (perahu), pambelah, jurumudi, jagal (penyembelih hewan).
20. Narindu milik Raja dijaga oleh Abdi Dalem Tuwa Baru dan Abdi Dalem Mancanegara Kilen.
21. Abdi Dalem Mancanagara wetan dan kulon, membawa pusaka meriam Nyai Setomi dan meriam-meriam lainnya.

Yang turut di dalam perpindahan tersebut kurang lebih ada 50 ribu orang (limang leksa). Didalam perjalanan tersebut sangat lambat. Jarak antara istana Kartasura sampai desa Sala memakat waktu kurang tujuh jam. Jalan yang dilalui, mula-mula merupakan jalan setapak melewati hutan dan semak belukar. Hutan dan semak belukar itu ditebas untuk dijadikan jalan perpindahan. Jalan itu sekarang adalah jalan Pasar Klewer ke barat terus sampai ke kartasura, melalui alun-alun Kerajaan Pajang, dan berangkat dari Alun-alun Kartasura.

Setelah sampai di desa Sala, segera diadakan pengaturan pembagian tempat. Smentara para “:Pandherek” masih berkumpul di alun-alun. Setelah istirahat beberapa lama, diadakanlah upacara menghadap Raja (pasewakan agung). Tempatnya di Tatag Rambat (sekarang pagelaran). Pada pasewakan agung itu bersabdalah Sunan Paku Buwana II kepada segenap hadirin:

Heh kawulaningsun, kabeh padha ana miyarsakna pangandikaningsun! Ingsun karsa ing mengko wiwit dina iki, desa ing Sala ingsun pundhut jenenge, ingsun tetepake dadi negaraningsun, ingsun parigi jeneng Negara Surakarta Hadiningrat. Sira padha angertekna sakawulaningsun satalatah ing Nusa Jawa kabeh.

(Pawarti Surakarta 1939 = 26).

(Hai hambaku, dengarkan semuanya sabda saya. Saya berkeinginan sejak hari ini, desa di Sala saya ambil namanya, saya tetapkan menjadi negara saya, saya beri nama negara Surakarta Hadiningrat. Kalian siarkanlah ke seluruh rakyatku di seluruh wilayah Tanah Jawa seluruhnya).

Kemudian diadakan doa syukur, dan diadakan penanaman pohon beringin kurung sakembaran di alun-alun utara (muka) dipimpin oleh Patih Pringgalaya dan Patih Sindureja. Beringin itu diberi nama: sebelah Timur, Kyai Jayandaru dan sebelah Barat, Kyai Dewandaru. Sedang pohon beringin kurung sekembaran yang ditanam di alun-alun selatan (pungkuran, belakang) dilaksanakan oleh Bupati Mancanegara.

Setelah selesai diadakan selamatan selesailah upacara perpindahan pusat kerajaan dari Kartasura ke Surakarta Hadiningrat. Lama pembangunan bangunan Kompleks istana memakan waktu sekitar delapan bulan, sering dilakukan kerja siang malam.

Selanjutnya selama lebih kurang satu bulan warga kota baru itu diperkenankan menngadakan “bujana handrawina”, berpesta pora di rumah masing-masing atau bersama-sama dengan para lurah (pemimpin) mereka.

Babad Giyanti menambahkan:’segalanya telah berjalan dengan baik sebagaimana mestinya (satata amamangun) dan biarpun tanah tidak rata, para pembesar bergegas membangun kediaman mereka yang baru dengan teratur (samya atata wisma).

Dengan naskah itu, tampak bahwa persyaratan nujum lebih penting dari pada topografi tanah. Di samping itu, istana ditetapkan sebagai bagian utama. Kita juga diberitahu bahwa pemberkatan tanah itu hanya dapat dilakukan dengan bantuan pelbagai benda keramat yang dialihkan dari Karaton terdahulu, yaitu keempat pohon waringin, bangsal pangrawit-yang sangat keramat karena mengandung bongkah batu yang dianggap bekas singgasana Hayam Wuruk (hal ini menjamin keterkaitannya dengan Majapahit)- seperti juga berbagai pusaka yang merupakan jaminan bahwa wahyu benar-benar ada pada raja yang sedang memerintah.

Kediaman para bangsawan menempati satu kawasan berisi empat yang luas, yang dikelilingi oleh tembok tinggi 3-6 meter, yang dinamakan Baluwarti/benteng (dari bahasa Portugis baluarte), dan belum lama berselang oleh sebuah parit (jagang). Ruang bertembok itu diantara dua alun-alun bujursangkar yang luas, alun-alun utara dan selatan. Di Surakarta benteng itu berukuran 1000 x 1800 meter ; di Yogyakarta dinding itu melingkari wilayah seluas 140 ha.
Don't Miss
Copyright © 2018 Misterransel.com All Rights Reserved
made by templateszoo